Yayasan Sosial Atma Jyothi

Maha Shivratri

 
Diceritakan kembali oleh: Bpk. N Siuaji Raja-Jakarta

Maha Shivratri, merupakan malam penyembahan dan pelaksanaan doa secara khusus bagi Dewa Shiva, berlangsung pada malam tanggal 14 bulan baru pada paruh gelap bulan Phalguna. Tahun ini Maha Shivratri akan dirayakan pada tanggal 9/10 Maret 2013.

 

Tiga alasan mengapa kita merayakan Maha Shivratri:

 

1.   Tuhan yang tidak berbentuk sama sekali, Sadashiv ,muncul dalam bentuk "Lingodbhav Moorthi" tepatnya pada tengah malam hari Maha Shivratri. Itu sebabnya semua umat Shiva tetap berjaga dan tidak tidur pada malam Maha Shivratri dan melakukan "Shivlingam Abhishekham" (penobatan linggam simbolik) pada tengah malam.

 

Tuhan dalam manifestasi-Nya sebagai Vishnu tampil sebagai Krishna di Gokul pada tengah malam setelah 180 hari Maha Shivratri, yg dikenal dengan sebutan Janmashtami. Demikian kiranya putaran satu tahun (sekitar 360 hari) yang dibagi dua dengan kedua hari penting dari Kalender Hindu ini, yakni satu untuk Hara dan satu lagi untuk Hari.

 

2.   Dewa Shiva melakukan wiwaha (akad perkawinan) dengan Dewi Parvati pada Maha Shivratri. Ingatlah  bahwa jika Shiva dikurangi Parvati maka yang muncul secara murni  adalah 'Nirguna Brahman'. Dengan kekuatan ilusif-Nya bergabung dengan Maya atau Parvati, Shiva menjadi "Saguna Brahman" bagi tujuan pengabdian yang saleh dari para pengikut atau bhakta-Nya.

 

 
3.    Juga diyakini bahwa pada Maha Shivratri, Dewa Siwa menjadi 'Neelakanthan' atau bertenggorokan biru karena menelan racun mematikan yang muncul selama pengadukan "Kshir Saagar" atau laut susu. Racun itu sangat mematikan bahkan satu titik dalam perutnya, yang mewakili alam semesta, akan dapat memusnahkan seluruh dunia. Oleh karena itu, Shiva menahan racun tersebut di leher-Nya, yang kemudian menjadi biru karena efek racunnya. Jadi Maha Shivratri juga merupakan hari dimana umat manusia bersyukur kepada Tuhan karena melindungi seru sekalian alam dari kehancuran.

 

Shloka ke-14 "Shivmahima Stotra" menyebutkan: "O Tuhan yang bermata tiga, ketika racun datang melalui pengadukan samudera oleh para Dewa dan demon, mereka semua terkejut dan takut seolah-olah akhir dari segala penciptaan sudah mendekat secara prematur. Dalam kebaikanMu, Engkau meminum semua racun yang membuat tenggorokanMu menjadi biru. Ya Tuhan, bahkan tanda biru itu meningkatkan kemuliaanMu. Hal yang nyatanya merupakan noda kemudian menjadi hiasan (di leherMu) dengan suatu tujuan yaitu mengenyahkan manusia dari dunia ketakutan..."

 

Tuhan yang Kuasa:
 
Shiva adalah  'Shakti' atau kekuatan, Shiva adalah satu dari Trinitas Hindu yg dikenal dengan banyak nama, seperti - Mahadeva, Mahayogi, Pashupati, Nataraja, Bhairava, Vishwanath, Bhava, Bhole Nath - Dewa Shiva mungkin adalah satu di antara dewa2 Hindu yang bersifat sangat kompleks. Di sebagian kuil, yg tidak didedikasikan untuk Shiva, kaum Hindu meletakkan Dewa Shiva dalam bentuk Lingga atau wujud Shiva lainnya sedikit terpisah dari Dewa-dewa lainnya di kuil.

 

Shiva sebagai Simbol Phallus:
 
Shiva, di kuil biasanya ditemukan sebagai simbol  phallus dari  'Lingga', yang mewakili energi untuk hidup baik pada level mikrokosmik dan makrokosmik, yaitu dunia di mana kita tinggal dan dunia yg terdiri dari seluruh alam semesta (universe) ini. Di kuil Shaivite, 'lingga' ditaruh di  bawah puncak/menara, di mana ia melambangkan pusar alam semesta.

 

Dewa yang Berbeda:
 
Citra/Gambar  Shiva yang sebenarnya juga berbeda dari Dewa lainnya: rambutNya ditumpuk tinggi di atas kepalaNya, dengan bulan sabit terselip di sana dan sungai Gangga mengalir dari rambutNya ke bawah. Di sekeliling lehernya, terlilit ular yang melambangkan Kundalini atau energi spiritual di dalam kehidupan. Ia memegang Trisula di tangan kiriNya dimana bersama Trisula itu diikatkan 'damaroo' (drum/kendang kecil yang terbuat dari kulit). Ia duduk di atas kulit macan dan di sebelah kananNya ada pot air. Ia memakai manik-manik 'Rudraksha' dan seluruh badanNya diolesi atau dilumuri dengan abu.

 

 
Daya yang Destruktif:
 
Shiva diyakini berada di pusat daya sentrifugal alam semesta, karena tanggung jawabNya bagi kematian dan destruksi. Tidak seperti Brahma, sang Pencipta, atau Vishnu, sang Pelindung, Shiva adalah kekuatan pelarut/penghancur dalam hidup. Tetapi Shiva menghancurkan untuk menciptakan (lagi) karena kematian adalah medium bagi kelahiran kembali ke suatu kehidupan yang baru. Jadi kehidupan dan kematian dan penciptaan dan penghancuran keduanya ada dalam kharakterNya.

 

Tuhan yang Sangat Menarik:
 
Ia juga sering digambarkan sebagai petapa yang agung dengan disposisi yang pasif dan tenang. Terkadang  Ia digambarkan naik banteng/kerbau yang disebut Nandi yang juga menghiasi kalung bunga yang dipakaiNya. Walaupun sangat kompleks, Shiva adalah dewa Hindu yang sangat menarik.

 

 
Tuhan yang Selalu Berada di Tempat yang Tinggi!:
 
Karena Shiva dianggap sebagai kekuatan destruktif yg dahsyat, untuk mematirasakan potensi negatifNya, sebagian orang mempersembahkan makanan yang toxicated kepadaNya yg juga disebut  'Bhole Shankar', yg bermakna satu yang tidak disadari di dunia. Karenanya, pada Maha Shivratri, para bhakta, khususnya lelaki, menyiapkan minuman yg disebut 'Thandai' (yang dibuat dari zat toxic, almond, dan susu) dan menyanyikan lagu-lagu pujaan untukNya serta menari gembira mengikuti ritme kendang.

 

Ada banyak cerita mitologi dan legenda seputar Dewa Shiva. Di bawah ini diceritakan beberapa yang populer daripadanya:  

 

Gangga Turun ke Bumi:
 
Legenda  dari Ramayana yg berbicara tentang Raja Bhagirath yg pernah bermeditasi di depan Lord Brahma selama seribu tahun bagi keselamatan jiwa leluhurnya. Merasa senang dengan rasa bhaktinya, Brahma meluluskan keinginan Raja Bhagirath yg meminta Brahma mengirimkan sungai Gangga ke bumi dari sorga supaya sungai itu dapat mengaliri abu para leluhurnya dan mencuci dosa/kutukan pada diri mereka agar kemudian mereka dapat diizinkan menuju surga.

 

Brahma meluluskan keinginan itu, tetapi Raja Bhagirath harus memintanya dengan berdoa kepada Shiva, karena Dewa Shiva sendirilah yang dapat mendukung beratnya aliran air sungai Gangga itu. Ia kemudian berdoa kepada Shiva. Menyambut doa yg tulus itu, Dewa Shiva mengizinkan air sungai Gangga mengalir turun dari kepalaNya, dan setelah mengalir berkelok-kelok melalui rambutNya yang kusut dan tebal, tibalah sungai suci Gangga itu di dunia. Kisah ini kini dilakonkan kembali dengan memandikan 'Lingga'.

 

Macan/Harimau  dan Daun:
 
Suatu ketika seorang pemburu sewaktu mengejar kijang masuk ke hutan lebat tibalah ia di pinggir sungai Kolidum, dan saat itu pula dalam keletihannya, ia mendengar auman harimau. Untuk melindungi dirinya ia memanjat ke sebuah pohon. Setelah sekian lama, ternyata si harimau tetap menunggu di bawah pohon dan tak bermaksud pergi. Sang pemburu pun terus menempel di pohon itu hingga malam hari dan tidak tidur karena takut jatuh, sambil memetik daun2 dari pohon itu dan membuangnya ke bawah.

 

Di bawah pohon ada Shiva Lingga dan pohon itu merasa dedaunan yg ada padanya jatuh ke Shiva berganti menjadi pohon bilva. Tanpa mengetahuinya, si pemburu telah membuat Shiva senang dengan daun2 bilva atau 'bael' (Aegle marmelos) tersebut. Ketika matahari terbit, pemburu melihat ke bawah dan menemukan bahwa harimau itu sudah pergi. Dan di tempatnya itu berdiri Dewa Shiva. Si pemburu berlutut di depan Shiva, di mana kemudian ia diberkati dengan keselamatan (moksha), bebas dari siklus kelahiran dan kematian.

 

Kenapa  Shiva disembah dalam bentuk Phallus:
 
Menurut legenda yang lain, ketika Brahma dan Vishnu, dua personifikasi lain dari Trinitas suci Hindu, bertengkar ttg supremasi mereka. Brahma sbg Pencipta mendeklarasikan bahwa diriNya lah yg lebih agung, sementara Vishnu, sang Pelindung, menyatakan bahwa Ia pantas mendapatkan penghargaan yang lebih.

 

Ketika itu, sebuah  'Lingga' yg kolosal, yg dikenal sbg Jyotirlinga, dengan diselimuti api, muncul di depan mereka. Baik Brahma maupun Vishnu kaget melihat ukurannya yg membesar dengan demikian cepat. Mereka lupa akan pertengkaran Mereka dan memutuskan untuk menentukan ukurannya. Vishnu mengambil bentuk babi (celeng) pergi ke dunia bawah tanah atau laut, dan Brahma menjadi angsa, terbang ke angkasa. Tetapi keduaNya gagal dalam tugas itu. Kemudian, Shiva muncul keluar dari 'Lingga' dan menyatakan bahwa Ia adalah leluhur (progenitor) mereka berdua dan sejak itu Ia harus disembah dalam bentuk phallus, yaitu 'Lingga', dan tidak dalam bentuk  anthropomorphic-nya (kharakter manusia dalam berbagai tampilan).

 

Lebih Banyak lagi tentang Shiva
 
Shivratri (Ratri (Sanskrit/Tamil)  yang berarti malam) adalah malam dimana Shiva disebutkan telah melakukan Tandava Nritya atau tarian penciptaan primordial (original), yg melambangkan baik perlindungan maupun  penghancuran. 

 

 
Sebuah Festival yg Memiliki Signifikansi bagi Wanita:
 
Shivratri dianggap penting khususnya bagi wanita. Wanita yang sudah berumah tangga berdoa bagi kesejahteraan suami dan anak2 mereka, sementara mereka yang belum kawin berdoa agar memperoleh suami yang  ideal seperti Shiva, yang adalah suami dari Shakti dengan berbagai penampilan dalam wujud Kali, Parvati dan Durga. Tetapi, umumnya diyakini bahwa siapa saja yang menyebut nama Shiva selama  Shivratri dengan rasa bakti yg mendalam akan dibebaskan dari semua dosa. Seseorang dapat merasa tiba di tempat tinggal Shiva dan terbebaskan dari siklus kelahiran dan kematian.

 

Ritual bagi Shiva:
 
Pada hari Shivratri, platform bersusun tiga dibangun di sekeliling api. Lapisan atau papan  yg paling atas merepresentasikan 'swargaloka' (heaven), yang tengah  'antarikshaloka' (space) dan yang di dasar/bawah adalah ‘bhuloka' (earth). Sebelas 'kalash' atau guci, disimpan di papan 'swargaloka' yang melambangkan 11 manifestasi 'Rudra' atau Shiva yg destruktif yg dihias dengan  daun2  'bilva' atau 'bael' dan daun mangga di atas kelapa yang melambangkan kepala Shiva. Betis kelapa yang tak terpotong menyimbolkan rambutNya yang kusut dan tiga spot di kelapa melambangkan tiga mata Dewa Shiva.

 

 
Memandikan Phallus:
 
Simbol  phallus melambangkan Shiva yang disebut Lingga yang biasanya terbuat dari granit, soapstone, quartz, marbel atau metal, dan memilki 'yoni' atau alat kelamin wanita sbg Shakti atau Energi yg menjadi basisnya yg melambangkan kesatuan organ yg melambangkan keberlangsungan kehidupan dan sbg wahana bagi kehidupan dengan kelahiran sebagai manusia untuk mencapai Moksha yg berarti tiba di tempat Shiva (dan Shakti) dan menyatu padu bersamaNya (dan tidak pernah lahir lagi ke dunia).
Para bhakta mengelilingi Lingga dan menyembahNya sepanjang malam. Lingga dimandikan setiap tiga jam sekali dengan lima persembahan yg suci dari sapi  yg disebut 'Panchagavya' – yaitu berupa susu, susu asam, urine sapi, butter dan kotoran sapi. Kemudian lima makanan yg bersifat abadi (immortal) seperti  - susu, clarified butter, dadih (curd), madu dan gula yg diletakkan di depan Lingga. Bunga dan buah Datura, walaupun beracun, diyakini suci bagi  Shiva dan karenanya dipersembahkan pada Shiva.

 

 
"Om Namah Shivaya!":
 
Sepanjang hari Maha Shivratri, para bhakta melakukan puasa yang ketat, sambil mengucapkan mantra suci Panchakshara, yaitu “Om Namah Shivaya," mempersembahkan bunga dan dupa (incense) kepada Lord Shiva sambil membunyikan lonceng kuil. Mereka tidak tidur malam itu  untuk mendengar kisah2, himne dan nyanyian. Puasa dibatalkan pada keesokan harinya, setelah persembahyangan semalaman. Di Kashmir, festival ini diadakan selama 15 hari. Pada hari ke-13, para bhakta di sana berpuasa yang kemudian diikuti dengan perayaan di kalangan keluarga. 

 
Demikian, sedikit cuplikan kisah religi tentang Dewa Shiva. Semoga presentasi kecil ini dapat menambah kekukuhan kita, para bhakta, dalam memahami samudera Sanathana Dharma. OM NAMAH SHIVAYA.

Vannakkam

Selamat datang di Website Yayasan Sosial Atma Jyothi. Website ini dikembangkan dengan tujuan untuk menjadi wadah komunikasi dan pengembangan kegiatan sosial, agama dan budaya Hindu Tamil di Indonesia. Website ini dilengkapi dengan forum yang dapat digunakan sebagai sarana diskusi. Website ini juga menyediakan sarana untuk berbagi informasi lowongan pekerjaan. Kami mengharapkan berbagai saran dan masukan untuk pengembangan website ini yang dapat disampaikan melalui Contact Us.

Login Form

Update Data Masyarakat

Lowongan Kerja