Yayasan Sosial Atma Jyothi

Tata Cara Perkawinan Etnik Tamil

Oleh Sdr. Siwa Kumar, S.Sos (Antropolog Tamil Kota Medan)

Kata perkawinan dalam bahasa Tamil disebut Thirumanam. Terdiri dari dua kata “thiru” dan “manam”. Kata Thiru berarti tentang, berasal dari atau berhubungan dengan Tuhan, sedangkan kata Manam berarti menyatukan. Jadi kata Thirumanam dalam agama Hindu adalah penyatuan kedua jenis manusia atau kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Pelaksanaan perkawinan terdiri dari :

  1. Upacara Melamar (Niscchayam)
  2. Upacara Tunangan (Parisam)
  3. Upacara Perkawinan (Thirumanam)

 

A.      UPACARA MELAMAR (NISCCHAYAM)

Sebelum upacara melamar, wakil dari laki-laki akan mendatangi pihak perempuan untuk menanyakan apakah bersedia memberikan anak gadisnya untuk dijadikan menantu. Apabila pihak perempuan setuju maka pihak laki-laki akan datang ketempat pihak perempuan untuk membicarakan masalah-masalah selanjutnya, seperti kapan pelaksanaan upacara akan diadakan dan lain-lain.

Upacara melamar akan diadakan ditempat perempuan, selanjutnya akan dibicarakan pula tahap kedua akan dilangsungkan yaitu: Parisam, jangka waktu antara melamar dan upacara tunangan biasanya antara 3-6 bulan. Tenggang waktu ini sengaja diberikan untuk persiapan upacara selanjutnya, sekaligus memberikan kesempatan kepada pihak wanita untuk berpikir apakah si laki-laki cocok untuk anak gadis mereka. Jadi, walaupun Niscchayam sudah dilangsungkan.

 

B.       UPACARA TUNANGAN (PARISAM)

Inti dari upacara Parisam adalah penyerahan mas-kawin dan pengumuman kepada kerabat, dan teman mengenai pelaksanaan upacara puncak. Upacara parisam biasanya dilangsungkan di Kuil, namun dapat juga dilaksanakan di rumah. Bila upacara tersebut dilakukan dengan cara sederhana maka pelaksanaannya cukup dirumah saja. Pada upacara ini pihak laki-laki harus membawa seperangkat barang-barang untuk keperluan sigadis (tunangannya), barang-barang tersebut merupakan hantaran yang dibawa oleh pihak laki-laki yang terdiri dari 5, 7, 9 talam, dalam talam-talam tersebut antara lain :

  • Talam Pertama: berisikan bubuk cendana, kumkum (kungemam:tanda merah didahi),kembang, sirih 2 lembar, pinang 2 potong, kunyit kering 1 potong dan sebuah jeruk nipis
  • Talam kedua: berisikan pakaian (sari dan baju), perhiasan, sisir, cermin, dan alat hias lainnya.
  • Talam ketiga: berisikan sirih, pinang, kunyit kering
  • Talam keempat: berisikan gula pasir, gula batu, permen
  • Talam kelima: berisikan jeruk nipis (orange)
  • Talam keenam: berisikan apel
  • Talam ketujuh: berisikan anggur
  • Talam kedelapan: berisikan pisang 5, 7, atau 9 sisir
  • Talam kesembilan: berisi kelapa 5, 7, atau 9 sisir

Kesemua talam tersebut dibawa dengan meletakannya di pundak kawan wanita dari pihak laki-laki menuju ketempat upacara. Upacara tersebut nantinya akan dipimpin oleh pandita, dengan membacakan ikrar dari pihak laki-laki dan pihak perempuan dengan memegang talam no 1, selanjutnya talam no 2 akan diberikan pada pihak perempuan untuk dipakaikan oleh calon pengantin kepada pihak laki-laki. Talam 4 dan talam 8 disediakann bagi tamu yang hadir untuk disantap, sebagian lagi dikembalikan kepada pihak laki-laki.

Calon pengantin wanita setelah dihias akan dibawa ketempat upacara untuk mendapatkan restu dari para hadirin. Pihak laki-laki memberikan 1 buah kelapa, 2 lembar sirih, 2 potong pinang dan kunyit 1 potong kepada calon pengantin wanita. Pada upacara ini, santapan atau hidangan yang disediakan merupakan dari pihak perempuan.

 

C.       UPACARA PERKAWINAN

Adapun urutan upacara perkawinan sebagai berikut:

  1. Mapillai Thol (h) an (pendamping mempelai pria, yang biasanya saudara laki-laki mempelai pria, yanang biasanya saudara laki-laki mempelai wanita) akan menuntun mempelai pria kemimbar pernikahan.
  2. Sesudah mengelilingi mimbar pernikahan sekali searah jarum jam, mempelai pria duduk
  3. Mempelai pria dan Thol (h) an-nya akan diberi Vibuthi Prasadam (tanda bubuk putih didahi)
  4. Thol (h) an akan mengalungi mempelai pria dengan “Seeyakkai Maalai” (kalung bungan yang agak sederhana)
  5. Mempelai pria akan diberi “pavitram” (yaitu cincin yang terbuat dari rumput dharpai) untuk dikenakannya di jari manis tangan kanannya.
  6. Upacara Pillaiyar Pooja untuk menyingkirkan semua rintangan, dilakukan pendeta.
  7. Mempelai wanita akan tiba dengan dituntun oleh pendamping mempelai wanita (yang biasanya adalah saudara perempuan mempelai pria)=bride’s maid.
  8. Sesudah mengelilingi mimbar pernikahan satu kali, maka mempelai wanita akan duduk di depan mimbar (pelaminan)
  9. Pendeta yang memimpin upacara akan memberikan Vibuthi Prasadam baik kepada mempelai wanita maupun pendampingnya
  10. Pendamping mempelai wanita akan mengalungi mempelai wanita dengan “seeyakkai maalai”
  11. Akan dilakukan lagi ritual Pillaiyar Pooja
  12. Ritual Mahalakshmi Pooja guna memperoleh berkat daribunda Mahalakshmi akan diadakan.
  13. Upacara “Manggalaya” (benang suci) Pooja dimulai
  14. Orang tua kedua mempelai akan diminta untuk duduk dihadapan anak-anak mereka.
  15. Pendeta yang memimpin upacara akan memberikan Vibuthi Prasadam kepada orang tua kedua mempelai.
  16. Thaali yang suci akan dililitkan pada kelapa dan dibawa mengelilingi para undangan untuk mendapat restu.
  17. Pendeta yang memimpin upacara akan membacakan undangan perkawinan.
  18. Pendeta yang memimpin upacara akan menyerahkan Thaali kepada mempelai pria, yang akan mengalungkan dan mengikatkan di leher mempelai wanita sebanyak tiga ikatan, mengikuti bunyi “ketti melam” (diiringi irama musik). Selama upacara ini , saudara perempuan mempelai pria harus berdiri dibelakang mempelai wanita sambil memegang lampu minyak yang sudah dinyalakan (Kamachi Villaku).
  19. Mempelai pria akan mengoleskan tepung cendana dan kungguman pada ketiga ikatan
  20. Mempelai pria dengan tangan kanannya memutar leher mempelai wanita dan memalingkan wajah mempelai wanita kearahnya dan mengoleskan kungguman pottu di dahi mempelai wanita (sebagai photu pertama)
  21. Upacara “Paanikkiragam” akan dilakukan. Pasangan pengantin akan berdiri sedangkan mempelai pria masih memegang tangan mempelai wanita.
  22. Kedua mempelai kini akan bertukar kalung bunga
  23. Kerabat dan masyarakat akan mengalungi kedua mempelai (kalung ditukar antara mempelai pria dan mempelai wanita)
  24. Tiga orang yang sudah bersuami akan melakukan upacara aarathi
  25. Akhirnya mempelai wanita akan diberi kelapa yang dibungkus dengan kain kuning untuk dibawa pulang

PAKAIAN PENGANTIN

Mempelai wanita diwajibkan memakai sari sepanjang 18 cubit (1 cubit= 1 lengan yaitu jarak antara ujung jari tengah sampai siku), sedangkan mempelai pria diwajibkan memakai wheti dan baju jipa.

KALUNG BUNGA DAN EMAS

Ritual perkawinan Hindu mengharuskan mempelai pria dan wanita bertukar kalungan bunga, dimana pertukaran kalungan bunga ini memiliki makna:

  • Bahwa seorang suami dan istrinya tidak dianggap sebagai individu yang terpisah
  • Disatukan menjadi satu keluarga oleh upacara perkawinan

Emas atau Thaali dalam upacara perkawinan adalah yang dikaitkan di leher mempelai wanita oleh mempelai pria. Thaali sebagai simbol bahwa wanita telah menikah dan berfungsi mengikat si wanita dirinya telah menjadi istri seseorang. Thaali dilambangkan sebagai wanita yang sudah mempunyai suami. Thaali terbuat dari seuntai benang yang didalamnya terdapat sebuah emas yang melambangkan bahwasanya seorang wanita sah menjadi istri seseorang. Selain itu Thaali harus diikat sebanyak 3 x. makna dari 3 ikatan itu adalah:

  • Ikatan pertama diikat dan terikat kepada pasangan (suami/istri)
  • Ikatan kedua diikat dan terikat kepada orang tua kedua belah pihak
  • Ikatan ketiga melambangkan terikat kepada Tuhan YME

PESTA MAKAN

Setelah selesai acara perkawinan, diadakan santapan siang yang dihidangkan bagi setiap undangan yang hadir, dimana makanan yang dihidangkan tersebut terdiri dari beraneka jenis makanan, baik berupa vegetarian maupun yang tidak vegetarian.

Pada pesta perkawinan, biasanya mengharuskan menghiasi lokasi pesta perkawinan, biasanya mengharuskan menghiasi lokasi pesta dengan pohon pisang yang menyimbolkan bahwa semoga kehidupan pasangan yang baru menikah akan memiliki keturunan yang baik dan sehat.

WANITA TINGGAL DI RUMAH PRIA

Setelah selesai acara perkawinan, kedua mempelai akan kembali ke rumah mempelai wanita untuk memohon doa restu kepada kedua orang tua mempelai wanita dan meninggalkan mempelai wanita, setelah itu mempelai wanita dijemput kembali ke rumah mempelai pria dan tinggal selamanya di rumah mempelai pria.

POHON PISANG

Tradisi etnik Tamil mengharuskan untuk menghias rumah atau tempat lain dimana upacara yang membawa keberuntungan seperti festival keagamaan, perkawinan, dll. Dilengkapi oleeh dua buah pohon pisang yang sedang berbuah dan diletakkan pada kedua sudut pintu masuk. Ada dua alasan pokok mengapa etnik Tamil menggunakan pohon pisang, yang pertama didasarkan pada nama pohon pisang itu sendiri dalam bahasa Tamil yang berarti Val(h)ai Maram, kata val berarti memelihara atau menjaga dan maram berarti besar dan kokoh, sehingga dapat diartikan sebagai penjaga dan memelihara hidup dengan kokoh, yang kedua, pohon pisang berakar jumlah pohon ini akan terus berlipat ganda dan dengan segera akan ada sebuah hasil dari keluarga (anak), yang diharapkan keluarga tersebut memiliki keturunan yang baik dan sehat.

 

Tentang Penulis:

Siwa Kumar, kelahiran Binjai 05 Oktober 1984menamatkan kuliah pada bidang antropologi dengan minat pada etnografi Tamil dalam pluralitas etnik di Sumatera Utara. Sebagai seorang peneliti, telah mengikuti beberapa penelitian terkait dengan etnografi Tamil dan antropologi terapan lainnya. Kini duduk sebagai chief manager Micro Ethnography Research.

 

Vannakkam

Selamat datang di Website Yayasan Sosial Atma Jyothi. Website ini dikembangkan dengan tujuan untuk menjadi wadah komunikasi dan pengembangan kegiatan sosial, agama dan budaya Hindu Tamil di Indonesia. Website ini dilengkapi dengan forum yang dapat digunakan sebagai sarana diskusi. Website ini juga menyediakan sarana untuk berbagi informasi lowongan pekerjaan. Kami mengharapkan berbagai saran dan masukan untuk pengembangan website ini yang dapat disampaikan melalui Contact Us.

Login Form

Update Data Masyarakat

Lowongan Kerja