Yayasan Sosial Atma Jyothi

MENGAPA KITA HARUS PERGI KE KUIL: SUATU TINJAUAN SAINTIFIK

Diterjemahkan dan diedit oleh: Bpk. N Siuaji Raja (dari Fb - Hinduism – The Eternal Religion of Righteousness)

 

Ada ribuan kuil di seluruh India dengan ukuran dan bentuk yang berbeda, tetapi diperkirakan tidak semuanya dibangun secara jalan/ajaran Veda. Umumnya, sebuah kuil harus berada di suatu tempat di mana berlalu gelombang magnetik bumi yg banyak. Jadi lokasinya biasanya bisa di luar kota, di tengah-tengah tempat tinggal masyarakat, atau pun di bukit.

 

Kuil mestinya berada di lokasi yang strategis dimana ditemukan banyak energi positif  dari distribusi gelombang magnetik dan elektrik dari sisi/kutub utara/selatan.

 

Arca utama di sebuah kuil ditempatkan di tengah yang disebut  garbhagriha  atau moolasthanam. Pada kenyataannya, struktur kuil dibangun setelah arca ditempatkan. Penetapan moolasthanam adalah di tempat dimana gelombang magnetik ditemukan secara maksimum.

 

Kita tahu bahwa ada sejumlah plat timah (copper plate) yg di atasnya tertulis skrip Veda, ditanam/ditaruh di bawah arca utama. Apa itu sebenarnya? Plat timah menyerap gelombang magnetik bumi dan meradiasikannya ke lingkungan di sekitarnya. Dengan demikian, seseorang yg secara reguler mengunjungi kuil dan berjalan seputar arah jarum jam di sekeliling arca utama menerima sinar gelombang magnetik yang diserap oleh badannya. Ini adalah proses yang sangat lambat. Karenanya, seseorang perlu mengunjungi kuil secara reguler untuk membuatnya menyerap energi positif yang lebih banyak. Secara saintifik, energi positif sangat kita butuhkan untuk memiliki suatu kehidupan yang sehat.


Selanjutnya, kita lihat moolasthanam tertutup di ketiga sisinya. Ini menambah efek dari semua energi. Pelita yang dinyalakan meradiasikan energi panas dan juga memberi cahaya di moolasthanam kepada pujari atau pendeta yang melakukan pemujaan. Bunyi lonceng dan doa yang diucapkan membuat pikiran seseorang tidak bergeming. Ketika hal ini dilakukan dalam kelompok, maka orang dapat melupakan masalah pribadi untuk sementara dan menurunkan rasa stres. Wangi bunga dan pembakaran camphor memberikan energi kimia dan sutau aura yang berbeda dan baik. Efek dari semua enegi ini disuplemen oleh energi positif dari arca, plat timah, dan bahan2 yang ada di moolasthanam.

 

Theertham atau air suci yang dipergunakan selama pemujaan untuk mencuci arca bukanlah air biasa yg dipakai utk membersihkan debu pada arca. Air itu adalah  campuran cardamom, pachcha karpuram (benzoin), saffron, tulasi (holy basil), clove, dll. Mencuci arca dimaksukan untuk menambah daya (charge) air dengan radiasi magnetik yang meningkatkan nilai penyembuhnya.

 

Tiga sendok air suci didistribusikan kepada para bhakta. Air ini pun utamanya merupakan sumber magneto-therapy. Di samping itu, esensi clove melindungi seseorang dari kerusakan gigi, sementara saffron dan daun tulasi  melindungi seseorang dari batuk dan pilek. Cardamom  dan pachha karpuram (benzoin) bertindak sebagai penyegar mulut. Terbukti bahwa theertham adalah blood purifier yang sangat baik, karena sangat tinggi energinya. Jadi, ia diberikan sebagai prasadam kepada para baktha. Dengan mengunjungi kuil dan melakukan cara2 tsb,  seseorang dapat mengklaim bahwa ia bisa selalu sehat.

 

Inilah alasan mengapa para tetua kita menyarankan agar kita menyampaikan doa di kuil, yaitu antara lain demi membuat seseorang bisa sembuh dari berbagai penyakit. Jadi, praktek sembahyang tdk selalu bersifat superstitious.

 

Ketika orang pergi ke kuil untuk menerima deepaaraadhana, dan ketika pintu/layar/kain penutup arca terbuka, energi positif bersinar keluar meghampiri semua orang yang ada di sana. Air yang dipercikkan kepada kumpulan orang melewatkan   energi kepada semua orang. Hal ini juga menjelaskan mengapa lelaki tidak diperkenankan memakai baju di sejumlah kuil dan wanita diharapkan memakai ornamen yang lebih banyak selama berkunjung ke kuil. Adalah melalui perhiasan (metal) energi positif diabsorpsi oleh wanita. Juga adalah biasa seseorang menaruh perhiasan yang baru dibeli di kaki arca  dan kemudian memakai perhiasan dimaksud dengan berkah dari arca. Dengan maksud dan tujuan yang sama pula seseorang menaruh pulpen atau buku di kaki arca atau gambar para Dewa.  

Jadi energi yang hilang pada suatu  hari  kerja diperoleh kembali dengan kunjungan ke kuil. Energi positif yang tersebar di seluruh lingkungan kuil, dan khususnya di mana arca utama ditempatkan, diserap oleh badan dan pikiran seseorang.

 

Perlu  dicamkan bahwa praktek persembahyangan yang kita lakukan bukanlah merupakan  suatu aturan yang keras dan ketat  yang dibuat oleh satu orang atau pengikutnya atau merupakan kata2 Tuhan yg terdengar dalam mimpi seseorang. Jika dilihat secara saintifik, jawabannya adalah, bhw semua hal terkait ritual dan praktek dalam persembahyangan, dalam kenyataannya, telah dipelajari dan diriset dengan baik sehingga menghadirkan thesis yang secara alami memberikan manusia suatu jalan hidup yang sehat. Hari Om.  

 

(Sumber: Fb - Hinduism – The Eternal Religion of Righteousness)

 

Vannakkam

Selamat datang di Website Yayasan Sosial Atma Jyothi. Website ini dikembangkan dengan tujuan untuk menjadi wadah komunikasi dan pengembangan kegiatan sosial, agama dan budaya Hindu Tamil di Indonesia. Website ini dilengkapi dengan forum yang dapat digunakan sebagai sarana diskusi. Website ini juga menyediakan sarana untuk berbagi informasi lowongan pekerjaan. Kami mengharapkan berbagai saran dan masukan untuk pengembangan website ini yang dapat disampaikan melalui Contact Us.

Login Form

Update Data Masyarakat

Lowongan Kerja