Yayasan Sosial Atma Jyothi

SIGNIFIKANSI ANGKA 108 DALAM HINDUISME

Dikompilasi dari berbagai sumber oleh: Bpk. N Siuaji Raja-Jakarta

 

Angka 108 telah menjadi angka suci sejak lama di subkontinen India, hal mana dapat dijelaskan dengan berbagai cara.

 

Alfabet bahasa Sanskrit berjumlah 54 huruf  yang memiliki kelompok huruf maskulin dan feminin, sebagaimana wujud Dewa Siwa dalam unsur Siwa dan Shakti yang digambarkan dalam bentuk Ardhanaarishwar (separuh lelaki dan separuh perempuan), dan jika dijumlahkan maka yang muncul adalah108 (54x2).

 

Angka 108 yang jika dijumlahkan jadi 9, dikali dgn angka apapun jumlahnya tetap 9, sementara 0 (kosong/kesunyian) tidak dianggap angka. Dalam agama Hindu, angka 9 terkait erat dengan sifat Tuhan yang terintegrasi menjadi satu yang maha tunggal (Maha Esa = Mahesh = Siwa)

 

Angka 1, 0, dan 8, masing2 angka daripadanya yaitu 1 ditujukan untuk Tuhan (higher Truth), 0 untuk kekosongan atau kesunyian dalam praktek spiritual, dan 8 untuk rujukan abadi atau tanpa batas (eternity).

 

Masyarakat Karo di Indonesia menyebut angka 9 sebagai 'siwa', di mana Siwa di sini jelas merujuk kepada Dewa Siwa. Diketahui bahwa Tanah Karo termasuk daerah yg mendapat pengaruh Hinduisme yang kuat di Indonesia, hal mana dpt dirasakan dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Karo hingga hari ini.

 

Diketahui rosario atau maalas (manik2/beads)  untuk set hitungan mantra berjumlah 108. Divisi yang lebih kecil dari angka 108 jika dibagi dengan setengah/seperdua, sepertiga, seperempat atau seperduabelas memunculkan angka 54, 36, 27, atau 9 yg sering kita temui pada jumlah set-set maalas di tangan para bakthas ketika mereka sembahyang melakukan japa.

 

Chakra hati: Chakra merupakan persimpangan (intersection) garis energi dlm tubuh manusia. Disebutkan ada  108 garis energi yang menyatu membentuk Chakra hati. Salah satu daripadanya yang disebut Sushumna menuntun jalan manusia menuju puncak Chakra (Self-realization).

 

Perasaan manusia disebutkan jumlahnya 108, masing-masing 36 perasaan berhubungan dengan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

 

Dalam astrologi Hindu, ada 12 konstelasi/rumah dan 9 segmen/planet yang disebut Namshas atau Chandrakalas, dimana hitungannya menjadi  108 (9  x 12). Chandra adalah bulan, dan Kalas merupakan divisi waktu dari suatu sistem yg komprehensif.

 

Dalam tradisi Krishna, ditemukan adanya 108 gopis atau penggembala yang dekat dengan Krishna.

 

Kaitan 108 dengan matahari dan bumi dapat dilihat pada diameter matahari yang adalah 108 kali diameter bumi.

 

Skala Numerik: 1 dan 8 dari angka 108, bila ditambahkan menjadi 9, dimana keduanya merujuk pada angka skala numerik, yaitu. 1, 2, 3 ... 10, dll., dimana 0 bukan dianggap suatu angka.

 

Dalam agama Jain, angka 108 adalah kombinasi sifat kebajikan para orang suci.

 

Dalam tradisi kaum Sikh terdapat maalas yg terdiri dari 108 simpul (knots) yang terbuat dari tali wool.

 

Warga Buddhis China dan orang2 Tao mempergunakan 'maalas' dengan 108 manik2 yang disebut su-chu, dan maalas itu dibagi tiga, sehingga setiap bagiannya terdiri dari 36 manik2.

 

Disebutkan bahwa 'atman', pusat jiwa manusia, melalui 108 tahapan dalam perjalanannya.

 

Diketahui adanya 108 bentuk tarian dalam tradisi India.

 

Dalil Pythagoras menyatakan 9 adalah batas semua angka, semua yg lain ada dan berasal dari urutan 0 hingga angka 9.

 

Pada zaman modern ini di kalangan masyarakat umum di India sebutan ‘nine’ atau ‘onbathu’ dalam bahasa Tamil adalah kode angka yang dipakai untuk merujuk kaum waria (wanita pria).

 

Di bawah ini tercantum 108 nama buku suci Upanishad sebagaimana termaktub dalam Muktikopanishad dan tersusun dalam empat kategori buku Veda.

 

Rigveda (10): Aitareya , Atmabodha, Kaushitaki, Mudgala, Nirvana, Nadabindu, Akshamaya, Tripura, Bahvruka, Saubhagyalakshmi.

 

Yajurveda (50): Katha, Taittiriya , Isavasya , Brihadaranyaka, Akshi, Ekakshara, Garbha, Prnagnihotra, Svetasvatara, Sariraka, Sukarahasya, Skanda, Sarvasara, Adhyatma, Niralamba, Paingala, Mantrika, Muktika, Subala, Avadhuta, Katharudra, Brahma, Jabala, Turiyatita, Paramahamsa, Bhikshuka, Yajnavalkya, Satyayani, Amrtanada, Amrtabindu, Kshurika, Tejobindu, Dhyanabindu, Brahmavidya, YogakundalinI, Yogatattva, Yogasikha, Varaha, Advayataraka, Trisikhibrahmana, mandalabrahmana, Hamsa, Kalisantaraaa, Narayana, Tarasara, Kalagnirudra, Dakshinamurti, Pancabrahma, Rudrahrdaya, SarasvatIrahasya.

 

SamaVeda (16): Kena, Chandogya, Mahat, Maitrayani, Vajrasuci, Savitri, Aruneya, Kundika, Maitreyi, Samnyasa, Jabaladarsana, Yogacudaman, Avyakta, Vasudevai, Jabali, Rudrakshajabala.

 

Atharvaveda (32): Prasna , Mandukya, Mundaka, Atma, Surya, Narada-Parivrajakas, Parabrahma, Paramahamsa-Parivrajakas, Pasupatha-Brahma, Mahavakya, Sandilya, Krishna, Garuda, Gopalatapani, Tripadavibhuti-mahnarayana, Dattatreya, Kaivalya, Nrsimhatapani, Ramatapani, Ramarahasya, HayagrIva, Atharvasikha, Atharvasira, Ganapati, Brhajjabala, Bhasmajabala, Sarabha, Annapurna, Tripuratapani, Devi, Bhavana, Sita.

 

 

 

Vannakkam

Selamat datang di Website Yayasan Sosial Atma Jyothi. Website ini dikembangkan dengan tujuan untuk menjadi wadah komunikasi dan pengembangan kegiatan sosial, agama dan budaya Hindu Tamil di Indonesia. Website ini dilengkapi dengan forum yang dapat digunakan sebagai sarana diskusi. Website ini juga menyediakan sarana untuk berbagi informasi lowongan pekerjaan. Kami mengharapkan berbagai saran dan masukan untuk pengembangan website ini yang dapat disampaikan melalui Contact Us.

Login Form

Update Data Masyarakat

Lowongan Kerja